Data Keuangan

Common Size

Analisa common size laba rugi

Common size laba rugi dikerjakan dengan membagi setiap baris dari laporan laba rugi dengan akun pendapatan atau penjualan. Setiap hasil pembagian kemudian dijadikan persentase. Analisa common size laba rugi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu analisa vertikal dan horizontal.

Analisa vertikal dari hasil perhitungan menunjukkan berapa besar porsi dana yang berasal dari pendapatan atau penjualan digunakan untuk pengeluaran perusahaan.

Sebagai contoh, Anda dapat membandingkan berapa persen dari pendapatan perusahaan digunakan untuk membayar gaji karyawan dengan besarnya persentase biaya pemasaran terhadap pendapatan. Hasilnya kemudian dapat dibandingkan dengan perusahaan lain untuk mengetahui perusahaan mana yang lebih baik.

Analisa horizontal dilakukan untuk membandingkan persentase masing-masing biaya terhadap pendapatan untuk beberapa periode. Anda bisa melihat trend dari setiap akun secara jernih dari periode ke periode yang lain. Trend perubahan akan sulit terlihat apabila tidak dilakukan perhitungan common size.

Penggunaan cara ini akan mempermudah Anda mengetahui apakah biaya pemasaran suatu perusahaan menunjukkan trend yang meningkat atau menurun setiap tahunnya. Dengan melihat trend yang ada, Anda akan mengetahui apakah suatu perusahaan beroperasi secara konsisten setiap tahunnya atau tidak.

Analisa common size neraca?

Common size neraca dihitung dengan membagi setiap akun dari laporan neraca dengan total aktiva, atau total kewajiban dan ekuitas. Setiap hasil pembagian kemudian dijadikan persentase. Analisanya sama dengan common size laba rugi, yaitu secara vertikal dan horizontal.

Analisa vertikal dari hasil perhitungan menunjukkan berapa besar porsi dari setiap akun terhadap aktiva atau kewajiban dan ekuitas.  Sebagai contoh, Anda dapat membandingkan berapa persen aset perusahaan yang berbentuk kas dengan yang berbentuk piutang. Di sisi lain Anda juga dapat mengetahui berapa persen hutang jangka panjang yang jatuh tempo di tahun ini dibandingkan dengan persentase hutang lancar perusahaan.

Analisa horizontal dilakukan untuk mengetahui trend perubahan asset, kewajiban, dan modal perusahaan. Tingkat kesehatan perusahaan, misalnya, dapat dilihat dari persentase hutang jangka panjang perusahaan dari tahun ke tahun. Perubahan kas yang dimiliki perusahaan juga dapat dijadikan indikator untuk melihat keunggulan kompetitif perusahaan untuk jangka panjang. Konsistensi adalah hal yang terpenting untuk dilihat dalam setiap analisa.

Scroll to Top